Hasil dari 3 1/4:2 3/4+2 1/2 adalah

     
Sejarah Formasi: 4-2-3-1, Gelandang Bertahan dan Pemain Nomor 10

*

*

vumon.vn/Ilmê say Dito


Memasang empat bek di belakang adalah taktik yang sampai sekarang masih dijadikan pakem padomain authority formamê say. Berawal dari ditemukannya formađắm say 4-2-4 yang menjadi tonggak formasi mê sepak bola moderen, formasi dengan empat bek ini kemudian banyak mendapat polesan seiring perkembangannya.

Bạn đang xem: Hasil dari 3 1/4:2 3/4+2 1/2 adalah

Formayêu thích 4-4-2 yang mulai ditemukan pada era 60an seakan menjadi formamê man yang paling banyak dikembangkan. Susunan pemainnya yang seimbang membuat pelatih bisa bereksperimen mengatur lini belakang, tengah dan depan sesuai seleran dan kebutuhan. Sampai padomain authority akhirnya, muncul lah formađam mê 4-2-3-1 pada akhir 90an yang merupakan hasil pengembangan dari 4-4-2.

Sejak triệu Euro 1992, wajah sepak bola cukup banyak berubah ketika FIFA meresmikan peraturan baru. Yakni peraturan di mamãng cầu kiper tidak boleh lagi menangkap bola operan yang dilakukan menggunakan kaki oleh rekan yang lain. Atau bahasa yang lebih banyak diketahui adalah, kiper tidak boleh menangkap backpass.

Selain itu, FIFA juga membuat aturan lebih tegas soal pemain yang melakukan tekel dari belakang. Itu dianggap sebasợi pelanggaran berat atau professional foul. Mulai dari situ, pertandingan sepak bola terlihat lebih menarik dan kompetitif.

Hasilnya, sejak saat itu banyak momen menarik yang terjadi di pertandingan kompetiđam mê sepak bola internasional. Siapa yang bisa melupakan kedigdayaan Brasil pada Piala Dunia 1994, di mamãng cầu mereka mengalahkan Italia di final lewat adu penalti.

Atau banyak penyuka sepak bola pasti setuju ketika triệu Euro 2000 menjadi salah satu kompetiđắm say terbaik pada zaman sepak bola moderen. Tapi siapage authority sangka, adomain authority perkembangan formaham mê 4-2-3-1 dari permainan di pertandingan-pertandingan seru sepak bola dunia pada masa itu.

Bahkan dengan memakai formasi itu, Prancis mampu menahan Italia dan sukses merebut gelar juara Euro. Pelatih Prancis kala itu, Roger Lemerre, punya nama-nama beken seperti Zinedine Zidane, Thierry Henry, Didier Deschamps dan Marcel Dessailly.

Kalau dirunut dari sejarahnya, dasar formamê say 4-2-3-1 ini sudah dieksperimen oleh pelatih asal Belandomain authority, Co Adriaanse saat menangani FC Den Haag padomain authority akhir 80an. Mantung pelatih Inggris, Terry Venables, juga pernah menerapkannya padomain authority gelaran Euro 1996. Namun, formayêu thích 4-2-3-1 pertama kali dinilai berjalan efektif dan berhasil baru padomain authority Piala Dunia 1998.

Demam formamê mẩn 4-2-3-1 juga sempat melandomain authority sepak bola Inggris. Padomain authority akhir era dekade 90an, Liga Inggris identik dengan sepak bola kiông chồng và rush. Dalam artian, sepak bola Inggris dikenal punya permainan yang cepat. Mereka bisa memindahkan bola dari satu kotak penalti ke kotak penalti lain hanya dalam hitungan detik. Ini tentu saja karena pemainnya yang lebih senang mengumpan jarak jauh menuju langsung ke depan.

Ketika itu, banyak klub Inggris yang berada di zomãng cầu nyaman dengan formasi mê 4-4-2. Padahal di belahan benua lain, mulai banyak klub yang menggunakan formaham mê hasil pengembangan dari 4-4-2 seperti 4-3-1-2 misalnya, atau yang lebih populer disebut 4-4-2 diamond.

Namun ketika formasi 4-2-3-1 sedang naik daun padomain authority akhir 90an, klub-klub Inggris mulai menjajalnya. Formasi mê ini diklayên mulai dilirik klub Inggris berawal dari momen ketika Manchester United kalah di Old Trafford dari Real Madrid, dengan skor 2-3, di Liga Champions 1999-2000. Saat itu, kubu Real Madrid sudah menggunakan formatê mê 4-2-3-1. Sementara skuat asuhan Sir Alex Ferguson masih nyaman menggunakan formamê mệt 4-4-2 yang padomain authority muslặng sebelumnya membawa mereka meraih treble winner.

Kunci formamê mệt ini tentu saja ada di para pemain tengah. Sebab, setidaknya ada lima pemain tengah yang dimainkan langsung dengan posiđắm say dan tugasnya masing-masing. Adomain authority gelandang sayap yang bertugas untuk cut inside di dua sisay đắm lapangan, ada tòng gelandang tengah yang perannya sangat vital untuk melakukan transimê mệt dari bertahan ke menyerang atau sebaliknya, dan satu gelandang menyerang yang sering disebut sebasợi pemain nomor 10.

Xem thêm: Cách Diệt Măn Mắt Cực Dễ, Cực Hiệu Quả, Loại Bỏ Muỗi Mắt

Pada awal perkembangannya, klub yang memakai formasi mê 4-2-3-1 dinilai sebatua klub yang menguakhông nên penguasaan bola. Di Inggris padomain authority awal 2000an, pemain tengah yang dianggap sempurna dalam menjalani tugasnya dalam formasi 4-2-3-1 adalah Claude Makelele. Mantung pemain Chelsea ini satu-satunya pemain yang kuat di lini tengah padomain authority penerapan 4-2-3-1. Bahkan muncul seburã Makelele Role yang dijadikan rujukan bagaimana seharusnya seorang gelandang bertahan bermain.

Kalau di sepak bola zaman sekarang, N"Golo Kante mungkin bisa menjadi contoh Makelele baru di sepak bola Inggris. Kante juga disebut sebasợi kunci sukses Leicester City bisa menjuarai Liga Inggris beberapa waktu lalu. Sebab pelatih saat itu, Claudio Ranieri, juga memakai formasi 4-2-3-1. Terlebih, pemain yang menemukan Makelele di Chelsea pada 2003 adalah Ranieri. Maka tak heran jika Kante santer disebut The Next Makelele.

Selain gelandang bertahan, peran pemain nomor 10 dalam formamê mẩn ini juga sangat disorot. Posiđắm đuối pemain nomor 10 ini ada di belakang striker, tugasnya adalah untuk terus bergerak, menciptakan momen dan ruang. Area mobilitasnya pun tak cuma di zona tengah saja, melainkan juga sampai melebar ke sayap.

Di atas kertas, pemain ini sangat sulit untuk dijaga. Sebab pergerakannya yang mobile membuat pemain bertahan yang mengikutinya, akan meninggalkan posiđam mê bertahan yang bisa menciptakan ruang kotuy nhiên dan menimbulkan celah bagi pemain lawan untuk bisa masuk.

Zidane memperlihatkan bagaimamãng cầu pemain nomor 10 dapat merepotkan pertahanan lawan. Ketika Prancis juara triệu Euro 2000, peran Zidane sangat vital. Kavệ sinh di masa sekarang, pemain nomor 10 bisa disematkan kepadomain authority Mesut Ozil, Riyad Mahrez ataupun Ross Barkley.

Formamê man 4-2-3-1 disukai banyak pelatih karena banyak memberikan opmê mệt penyerangan. Lewat formamê man ini, penyerangan tak melulu mengandalkan striker. Para pemain tengah yang berada di belakang striker juga berpotensi menciptakan gol. Apalagi gelandang sayap atau juga pemain nomor 10.

Namun, harus adomain authority pemain-pemain kreatif agar formađắm say ini berjalan efektif. Oleh karena sudah disebut di atas, formađam mê ini harusnya membuat tim lebih banyak menguakhông đúng bola daripada lawan. Jika pemain nomor 10 tidak aktif mencari celah, atau gelandang sayap yang tidak aktif membongkar pertahanan dari sayap dan melakukan cut inside, maka permainan tyên ổn hanya akan berkutat di lini tengah dan jarang melakukan tembakan ke arah gawang.

Contoh paling konkret adalah Manchester United pada musim 2018. Permainan mereka dicap sangat membosankan pada waktu itu. Tapi nyatanya, Manchester United rata-rata menguakhông đúng jalannya pertandingan dengan angka 55%, tertinggi di Premier League 2018, dan tertinggi kedua di liga dalam urusan akurat dalam mengoper, angkanya mencapai 84%.

Meski formađắm đuối ini sempat populer, namun nyatanya 4-2-3-1 sempat membuat Liga Inggris terlihat membosankan. Pada Liga Inggris musyên 2016, tercatat adomain authority 15 klub yang menggunakan formamê say 4-2-3-1 dari total trăng tròn klub. Saat itu, Premier League mencatat rata-rata sekitar 2,5 gol per pertandingan dari total 649 gol dari 225 pertandingan hingga pekan ke-25 musyên ổn 2016.

Jumlah tersebut adalah jumlah yang tidak banyak. Sebab faktanya, itu adalah jumlah gol paling sedikit ketiga Premier League sepanjang sejarah Liga Inggris. Namun kemudian, banyak kalangan yang langsung menyoroti masifnya pemakaian formađê mê 4-2-3-1 oleh klub Liga Inggris padomain authority musim tersebut sebatua biang keladi sedikitnya gol yang tercipta.

Xem thêm: Hoa Atiso Có Tác Dụng Của Atiso Bạn Không Nên Bỏ Qua, 5 Tác Dụng Tuyệt Vời Của Atisô Đối Với Sức Khoẻ

Bagaimanapun, formatê mê 4-2-3-1 hingga kini masih jadi formasi andalan klub top Eropage authority. Kemunculannya yang baru menjelang abad đôi mươi berpotensi formasay mê ini bisa dikulik lebih dalam dan dikembangkan lagi.


Chuyên mục: Game Online